
Pada bulan Juli 2026 mendapat tugas dan kesempatan mengikuti Pelatihan Literasi Kesehatan Mental untuk Mental Health Champion (MHC). Ketika membaca materi yang disunguhkan terdapat literasi terkait pengertian kesehatan mental menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental didefinisikan sebagai kondisi sejahtera di mana setiap individu menyadari potensi dirinya. Individu tersebut mampu mengatasi tekanan hidup sehari-hari yang normal. Selain itu, mereka dapat bekerja secara produktif dan berkontribusi secara positif pada komunitasnya. Definisi ini menekankan kesehatan mental bukan sekadar tidak adanya gangguan atau penyakit mental. Ini adalah keadaan sejahtera secara psikologis, emosional, dan sosial yang aktif.
Dari defenisi ini dan teringat dengan kondisi para sahabat Rasulullah yang semula bertanya terkait pertanyaan ”dapat apa?” dan setelah mendapat penjelasan mindset mereka berubah serta menjadi orang-orang yang cukup dermawan. Menjadi seorang yang dermawan bukan saja memiliki sesuatu yang lebih tapi tentu lebih dari rasa cukup dan memiliki kesehatan mental. Dalam hal ini Rasulullah telah berhasil menjadikan sahabat menjadi individu-individu yang memiliki kesehatan mental.
Dapat disimpulkan, sebelum seseorang memiliki kesehatan mental seperti defnisi yang dibuat oleh WHO tentu mindset dalam bekerja dan aktifitas harian apapun yang dilakukan seseorang baik pejabat negara maupun orang dengan status biasa tentu masih bertanya “dapat apa?”. Akibatnya dapat dipastikan orang tersebut akan selalu mencari cara dan celah untuk mendapatkan keuntungan tanpa peduli keuntungan yang di dapat itu berasal dari tindakan yang tidak benar dan melanggar hukum atau berlaku curang. Semoga dengan mencontoh dan menjadikan perilaku sahabat sebagai teladan kita dapat menjadi dan termasuk orang-orang yang memiliki kesehatan mental seperti sahabat Rasulullah.